Playlist bbrp minggu terakhir..

June 29th, 2006 by anto-arief

this is  some tunes that i really2 senang menyanyikannya sambil bergitar kopong dirumah beberapa minggu ini. all of it is musik hitam. well wadt ken yu ekspek? respect the roots! saaaahh…

1. Gil Scott-Heron - Guerilla
2. Patrice feat. Keziah Jones - Here Again
3. Herbie Hencock - Thought It Was You
4. Bob Marley - Turn Your Lights Down Low
5. Cody Chesnutt - Seeds
6. Jimmy Cliff - The Harder They Come
7. Kool & The Gang - Too Hot
8. Damien Marley - There For You
9. The Isley Borthers - Who’s That Lady
10.Gregory Isaacs - Night Nurse
11. The Brothers Johnson - Strawberry Ltter #23
12. John Legend - Lets Get LIfted & Stay With You
13. Sly & The Familiy Stone - Family Affair

Tuhan pasti punya rencana tersendiri

June 21st, 2006 by anto-arief

Buset bukannya saya bermaksud unutk sok religius. Tapi He does. Tolong jangan ketawain saya karena tidak pernah sholat Jumat, tapi bisa2nya ngomong Tuhan. Emang saya itu siapa? Fernado Nur Riziq? Who the hell is that saya juga tidak tahu. I just made him up. Bottom line is. Hidup saya yang sekarang ini adalah diluar kendali saya. Secara garis besar bukan ini yang saya mau dari dulu. Begitu banyak usaha untuk sesuatu yang memang bukan jodoh saya.

Mau dimulai dari mana? Waktu sma kepengen masuk sma negri favorit ga dapet. Dapetnya sma di jl limau. Mulai serius suka cewe ngincer si anu, jadian tp ga lama. Padahal udah jungkir balik mempertahankan. Ngincer si ono, gadapet2. Ya iyalah udah punya cowok doi lagian. Taunya jadian sama kembang 2 angkatan di bawah gw. Saaaaaah kembang.. Motif kaleee kembang2.

kuliah juga. Mau bgt masuk SR berlambang gajah duduk. Tp ga tembus. Dapetnya di kampus berlogo segi-3. mau banget masuk desan grafis taunya di kampus itu baru ada tahun depan. Percintaan pada saat itu kandas dan patah hati, jd masa bodo, tidak terlalu hunting dan being single cukup lama. Sempet keterima sbg penyiar di HRFM dan masuk masa training siaran malam2. tp gara2 bentrok sama TA jadi musti dilepas. Dan ternyata itu jadi salah satu penyelesalan terbesar saya

Hingga tehun kemaren percaya ato tidak saya coba terus tiap tahun masukin lagi. Bahkan pihak HRFM meyakini saya pasti dgn mudah bisa masuk lagi. Tapi is never happened. Menunggu dan menunggu, terakhir Prambors buka di bdg. Gw tertarik lagi tapi ternyata gw malah pindah ke jkt. Ngelamar gawean di majalah lifestyle dan berharap banyak, ternyata nihil. Padahal udah gerak cepet dibantu Arian. Dapet calon tempat kerja berikutnya yg tdnya saya ga mau akhirnya jd mau, taunya gagal total dan perusahaannya bangkrut sekarang. Dan sekarang malah kerja di tempat yang ga pernah terbayangkan sebelumnya. Untungnya masih di wilayah yang saya suka. Banget. Yaitu membela negara & bercocok tanam. Just kidding.

Percintaan saya tanpa diduga saya mendapatkan duran runtuh. Saya menjalin kasih dengan pacar saya yang sekarang ini. Tadinya ga kebayang bakal saling bercinta. Tapi jadi dan langgeng hingga kni. She’s everything to me dan semuanya pada diri dia memikat hati saya. Cantik, great sense of humor, tidak buta nada, nice personality pokoknnya mah.

Ben juga bisa lancarrrr. Walaupun tersendat-sendat tidak mulus. But we’re getting close to what yang mau kita kejar. What is de botom line op ol of dis kejadian?

Mungkin be thankfull of what yu got..

I love what I do rite now, and also love what I achived. Kerjaan gw memungkinkan gw untuk bisa nge band disamping nulis juga. Maka dari itu gw ga terlalu ngarep pada kehidupan yg lebih dari ini. I try, but not that hard. Biarkan saja mengalir.

Ada quotes dari pemilik usaha ternak cacing di Laos Jawa Timur (no. just kidding) “Sometimes you can’t always get what you want. And biasanya you don’t always want what you’ve got”

Sekarang ini quotes hasil modifkasi saya:
“I do want what I’ve got, and sometimes things that we can’t get, we don’t always really need it”

Saaaah…. e’e. dut. preeeeeet….

Charger HP itu teknologi kocak

June 21st, 2006 by anto-arief

Charger HP itu teknologi kocak. Hp saya lowbatt, terus karena harus nelpon, saya nyari sumber tenaga yg bisa dicoloki oleh charger saya. Tapi karena tidak tersedia colokan yg memadai, saya harus jongkok di pojokan di bawah meja -karena adanya disana, colokan yang kosong itu teh- sambil nelpon. Aneh.

I bet people who invented de teknologi of charging stuff ngga kepikiran soal itu. Karena harus nelpon bgt penting, jdnya saya jongkok menelpon dan berasa lebih rendah dari pake telpon biasa. Karena kalo pakai telpon biasa kan duduk di kursi yang proper dan pesawat telponnya ada di meja yang proper dan kita duduk manis dan pemandangabnya biasanya juga enak. Bukannya jongkok deket bawah meja ngadep ke tembok gara2 kantor bego ga nyediain colokan yg proper untuk teknologi canggih ini. Bodoh. hahaha

Bob Marley is Full of Sh*t!!

June 17th, 2006 by anto-arief

But I dig him. And I also dig Rastafari as a way of life. Maap mungkin bagi kalian yang dalem banget sama musik merah kuning ijo ini menganggap om Bob terlalu mainstream untuk panduan saya menyukai musik reggae ataupun rastafari. Ya gapapa..

Saya pernah menulis artikel tentang Rastafari di Ripple. Dan dalam prosesnya kepala saya mengangguk-angguk dan tidak bisa lebih setuju lagi terhadap ajaran Rastafari ini. Positivity, cinta-cintaan, perjuangan dan perdamaian. Kayanya itu beberapa point terpenting yang menarik saya. Meskipun ada beberapa kepercayaannya yang agak primitip, seperti seorang Rastafari itu immortal. Yeah right :D

Mungkin karena faktor umur juga ay menyukai musik ‘ncet-ncet’ (suara gitar) ini. Kayanya cape gitu ya, berbicara tentang kesedihan, depresi ataupun teriak teriak memberontak marah-marah melawan kemapanan or wat so eper. Some people did that. And ay choose untuk membiarkan orang lain saja melakukan itu. Sementara ay lebih cocok mendengarkan pesan-pesan menaklukan dunia dengan menebarkan cinta, bersenang-senang bergoyang pada musik dan memandang sesuatunya dengan positip. mantap ah..

itu juga pesan yg coba saya sampaikan dalam lirik2  ben butut saya: 70s Orgasm Club.

Makanya juga ay seneng musik item 70/60an. Kurang lebih memang satu roots sih. Positivity, cinta-cintaan, perjuangan dan perdamaian. Makanya orang2 item itu menjunjung tinggi musik reggae secara mereka juga setanah air ceunah. Tanah Afrika. Nah sekarang ekspedisi saya mulai dalam nih pada musik yang satu ini. Baru dapet album OST The Harder They Come. Jimmy Cliff is keren. Juga baru dapet beberapa lagu Lee “Scratch” Perry, King Tubby, Burning Spears, Toots & the Maytals.

Makanya juga sekarang saya ga malu pake gelang/kalung tiga warna itu, karena saya sangat menghargai pilosopi yang ditawarkan musik ncet-ncet ini.

The harder they come, the harder they fall.. -Jimmy CLiff

2.42 AM

June 15th, 2006 by anto-arief

Baru saja nyelesein artikel untuk majalah saya.  Lumayan bingung karena ternyata bisa juga saya menulis jam segini. Jam yang sangat tidak biasa. Dan bisa juga saya menulis blog tidak perlu ini pada jam segini.

Sebenarnya saya bisa saja terus bablas dan mengerjakan artikel2 lainya yang tertunda. Tapi saya memilih tidak.

Karena saya tidak mau kehilangan ‘pagi hari’ saya. Itu juga alasan kenapa saya suka tidur cepat dan merasa kesel kalo bangun terlalu siang. Kenapa? Karena pagi hari begitu indah. Dan banyak hal-hal indah terjadi di pagi hari. Dan degnan bangun pagi saya merasa lebih mendapat banyak hal ketimbang mereka yang bangun lebih siang. Saaah. Dut. Preeet..

Tapi betul. Bangun pagi, ngopi, nonton berita pagi/baca koran atau bernyanyi2 dengan gitar saya. Adalah rutinitas yang sangat menyenangkan. Walaupun saya benci rutinitas, tapi rutinitas yang satu ini adalah keharusan.

Ya sudah.

Biskuti Selamat dimakan Selamet rahardjo, Selamat malam Jo’ (Jojon)

*Diiringi oleh my funkguru: Gil Scott-Heron - Peace Go With You Brother

Live in Tasik 13 Juni 06.

June 15th, 2006 by anto-arief

Manggung ke dua tanpa latihan. Ternyata bisa juga. Now we are a soulmusic- based band. Haha. Lagu the big 5 adalah lagu2 yang ternyata kita semua udah hafal di luar kepala. No kesulitan at all. Tinggal dikasi instruksi sedikit, dan kita bisa jalan. All you have to do is janjian. And we’re there.

Gatau kenapa juga saya enjoy banget maennya. Terutama waktu soloing, men I feel like in heaven. Greget banget. Salah-salah adalah seninya. Waktu soloing itu yang saya rasakan. Fuck it, I don’t care. Haha. Bosen kan maen solo2 gitar panjang dan rapih. Jadi saya pilih solo panjang berantakan ga karuan, kadang putus-putus berenti sebentar tapi: soulful. Saaaaaaaaaaaah..

Dan reaksi dari penonton di Tasik juga asik.

Tasik= Asik. It ryhmes :D

Cool, manggung pertama kali kita di luar rute standar; Bdg-Jkt.
Cool juga pertama kali kita dikasih hotel sebagai tempat istirahat. Norak sih haha

And we still thinks our band is cool. Even kita ikut festival LA Light Indie Fest ini.
Call it what you want, ben kelas festival, banci festival. Whatever. Screw it. We don’t care.

We need the money to record our sh*t

hahahahahah

sedih..

June 14th, 2006 by anto-arief

kemarin adalah satu tahun saya dan kekasih jadian. tapi sedih sekali kita tidak bisa bersama karena jarak..

huhu

padahal sudah merencanakan mau ke dufan, mau ke sea world, mau ke bangkok, thailand, korea, afrika, papua nugini, gorontalo..

perkenalkan, tukang servis no1 yaitu; Saya!

June 14th, 2006 by anto-arief

Don’t fix apa yg tidak rusak. Is it broke? Is it rusak? Is it kacau berantakan belangpontang? Dan yang terpenting, perlukah di betulkan?

Taraaaaa!.. ini dia tukang servisnya.

Here I come to saves the day. Gedebak gedebuk Selesai sudah.

Tiba-tiba ada yang menoel bahu saya. “Mas.. rumah masalah yang rusak disebelah sana, bukan disini..”

Dan perkenalkan. Tukang servis legendaris itu adalah saya.

Baru tersadari beberpa minggu ini. Permasalahan dengan teman-teman, teman band, pacar, kerjaan sampe rumah baru bersama keluarga lama. S

aya sadari bahwa kemarin saya berusaha membetulkan emak saya. Padahal dia tidak rusak. Hanya butuh pengertian. Pengertian yang tiada habis. Agaknya setimpal dengan kasih dia dalam mencintai dan memelihara saya selama ini. Memupuk dan menyirami saya sang tanaman selama 27 tahun.

Saya sadar juga bahwa saya berusaha memperbaiki hubungan adik saya dan ibu saya. Padahal mereka saling membentak dan menggerutu dalam kasih dan atas nama cinta. Sekali lagi saya mengkritik sang Emak. “Mak, kenapa sih ga bisa lebih santai sama Ade? Kan dia mau ninggalin rumah sebentar lagi (mau menikah akhir Juli)” tapi rupanya saya salah. Karena alis Emak langusng mengkerut dan indicator tekanan darahnya naik dan merasa sangat tersinggung sehingga dia membela diri dengan nada tinggi. Dan lagian ternyata Ade tidak keberatan. Dia malah lebih mengerti Emak.

Waduh.. Dasar saya si imigran lugu yang bodoh. Saya berhak mendapatkan penghargaan “The Worst New Comer in Your Family” ternyata 9 tahun jauh dari rumah membuat saya harus banyak melakukan penyesuaian-penyesuaian ketika pulang ke keluarga baru saya itu. (keluarga lama saya adalah teman kost/kontrakan)

Begitu pula dengan ben tercinta saya. Drummer saya adalah penggerutu dalam saat2 tertentu, terutama terhadap bassis saya adalah salah satu sasaran gerutuannnya. Saya pikir gerutuan2 itu harus diteruskan supaya terjadi komunikasi dua arah. Ternyata saya salah besar. “Engga semua hal itu harus diomongin to. Ada beberapa hal yang memang harus dimengerti aja..” DuenG!! Lugu banget saya ini ya? Si lugu.

bangun sob. ternyata dunia tidak butuh tukang servis. hanya butuh tukang ketoprak. karena saya suka ketoprak.

cerita 70s Orgasm Club di Bakar-Bakaran IKJ. (Misterius D, kesialan absurd, riotic gig & hepi ending)

December 11th, 2005 by anto-arief

cerita 70s Orgasm Club di Bakar-Bakaran IKJ. (Misterius D, kesialan absurd, riotic gig & hepi ending)
Big thanks to Mr “D” (sie acara panitia bakar-bakaran), Asung, Indra Ameng & anak-anak Whiteshoes&tcc,

Beberapa hari minus hari-H

70s OC dapet gig ini dari Felix (manajer Ballads OTC) lalu kita kontak-kontakan sama David; sie acaranya. Dia oke untuk maenin 70s OC dan nyediain transport kita. Deal. Lalu kita menunggu gig ini sambil maen di beberapa acara seperti Click n’ Gig; Rabu di TRL, di IDE; desain produk ITB di Sabuga dan di Good Design Award Itenas. Semakin mendekati hari H tapi belum ada konfirmasi lagi dari mr ‘D’. Akhirnya gw nge-push dengan ngontakin terus setiap hari, bahkan hingga sehari sebelum manggung belum ada kepastian yang jelas ttg maen jam berapa, apakah ada checksound dll-nya.(Well agaknya kita juga belon tau bahwa acaranya memang ‘sedikit’ riot) hingga malem sabtu, gw nge-push mr D terus untuk mastiin soal checksound dan bagaimana teknis penggantian transport yang udah disetujui itu. Akhirnya disepakati dan anak2 70sOC janjian ngumpul dan berangkat jam 10 pagi. Dengan menyewa mobil.

Hari H,12 jam sblm manggung

Kita kumpul jam 10 di tempat Echo, (drummer). tapi Rio (bass) belum menampakan diri padahal dia yang menghandle transport. Salah satu crew kita juga menghilang dan ternyata Echo ada janji baru bisa nongol jam 11an. Dan untuk pertama kalinya 70sOC dibantu oleh Bram, gitaris the Experience penggemar Hendrix tulen. (How lucky me dibantu sama oleh sesama penggemar Hendrix). Jam 12 baru diketahui ada masalah dengan transport; si penyewa mobil yg rencanya untuk kita pakai belom mengembalikan mobilnya. Deep shit. Disediakan mobil pengganti, Daihatsu Espass. No way. Akhirnya kita panik cari-cari kendaran dalam waktu 2 jam. Ngotak ke Adit the SIGIT (yg megang usaha rental mobil) nihil. Ngontak Iyo PS katanya di depan kantor dia ada rental car, ternyata baru ada jam 7 malam. Buset. Tapi akhirnya kita dapet Mazda minibus. Pada jam 3an, padahal jadwal chksound segituan dan kita akhirnya ga checksound yang tadinya kita ngototin bgt. The bus dateng jam 4an, and it was raining like shit. Kita berlarian bawa alat ke mobil yg diparkir aga jauh dan ga ada yg pake sepatu karena flooded bgt gara2 hujan deres bgt. Ready to go and we all pretty wet. Di tengah jalan Dady (manajer) lupa bawa tas efek2 gitar. Akhirnya kita balik lagi, terus di tengah jalan lagi tiba2 echo lupa bawa stick (!!) what the?!!? Akhirnya balik lagi ke rumah 2 kali. Dari sini perjalanan lmayan lancar. So long and goodbye to checksound. Sampe di jkt jam 6an.

5 jam sblm manggung

di jkt gw kontak2 sama indra Ameng (manajer whiteshoes) dan mau berangkat bereng ke IKJ-nya. Karena gw bilang mau istirahat dulu dan ganti baju di RuangRupa, wkt gw konfirm ke mr D kita ditaro sblm whiteshoes. Fiuhh.. paling ngga kita pergi bunuh diri ke neraka bareng alumni penghuni nerakanya Haha.. (krn menurut bbrp orang kita bunuh diri manggung di Bakar2an). Di Ruru ada Nasta, Batman, Bondi & om leo G.E. kata mereka memang ga perlu chcksound. Begitu pula kata Ricky & Ale whtshoes. “Sikat we’”.. Asung juga nambahin dgn bahasa Sunda. Di ruru bagi2& nempel2 stiker 70sOC. Hehe.. setelah diceritain anak2 Ruru ttg kira2 keadaan yg bakal terjadi di Bakar2an yang lumayan bikin tegang. (krn sounds seperti acara Malam Sukaria di kampus desain senirupa gw Itenas only its 10 times lebih worst) Dari Ruru kita cabut jam 8 an, bareng Ameng, Ricky dan Asung. Sedikit desek2an di mobil tapi fun ketawa2 ngomonin ojek & bajaj.

2 jam menjelang manggung

Tiba di IKJ buset rame bgt. Ameng Asung Ricky juga kaget bakal serame ini. Padahal sekarang pake tiket. Very untung kita bareng alumninya. Jadi masuk ke dalam dapet parkir dan akses sgt mudah. Di warungku (kantin IKJ) ketemu Jimi yg bakal maen brng Be Quiet. Dia udah lama bgt pgn nonton 70sOC tp blm sempet aja. Disitu kita berpisah dgn amengAsung Riky krn janjian sama MrD disitu. Sempat menjawab telpon dr gw tapi kmudian Mr D menghilang for good. Ketemu Jimged dia cerita wah MrD emang dicariin semua orang tuh..  akhirnya kita dijamu makan malam oleh panita setelah nunggu lumayan lama. Kondisinya emang sedikit lepaskendali menurut panitia. Rundown tidak berlaku karena jadwal menggungnya terserah band yg mao maen. Jadi serobot2an aja. Wahaha.. setelah anak2 Whtshes berembuk dgn band lain yg mao maen akhirnya kita di rentetin. (5 band kalo ga salah) urutan yg gw inget Berisik, Angkatan Udara, Whtses baru 70sOC udah kita pun gw udah di booking untuk nyebutin band yg bernama ‘Adalah’ yg akan maen berikutnya (tp gw lupa.. sori bgt buat Adalah). Jadi setelah Whtshs beres maen Sari (vokal) bakal langsung ngumumin band berikutnya adalh 70sOC dan anak2 Whtshs only akan menyerahkan mic, kabel gitar dan drum ke anak2 70sOC.

Ternyata (masih) 5 jam lagi menjelang manggung.

No shit. Yeah pasti molor bgt lah. Believe me its pretty riot the situation it is. Jadi krn very luckily bisa brg Whtshes gw santay aja nunggu. Sempet bisa tidur dgn gitar disaNdang setelah smpet ngobrol sama bnyk org baru. Sempet jalan2 ke panggung ngeliat Karon N Roll dan BeQuiet maen (keren..) dan penontonnya berjubel banget dn dipanggung dipenuhi orang. Makanya gw bilang 10times lebih worst. Karena suasanya bener2 riot kaya ky MalamSukaria kampus gw tapi bedanya ini kampus orang dan ga ada yg gw kenal sama sekali dipanggung. Shit.Haha

Sejam sebelum manggung (+ jam 2an malam)

Akhirnya Sari ngasitau whtshes maen sebentar lagi. Dan 70sOC juga siap2. di panggung lagi maen sebuah band yg gw gayakin apakah itu Angkatan Udara ato bukan tapi sumpah keren bgt. Bawain lagu2 dub/reggae/funk oldshool gituh lengkap dgn perkusi dan Dj scratching. Vokalisnya gw notice adalah yg pernah ngMC di acaranya Javabass di bar gw; TRL. No wonder nyanyi dub/reggae nya keren. Drumernya juga keren bgt. Setelah band dia ada sebuah band teaterikal yg nyanyi/baca puisi, pake semprot2 api pk pylox, ngibarin bendera bintang kuning, bakar petasan air mancur dan jadi band yg paling ber-asap malam itu kayanya. Haha.. Pastinya band ini jadi momen yg keren buat semua orang yg bawa kamera malam itu. Beres dia Whtshes bersiap2. Rio (gitar) udah ngasi trik ke gw “lu diri disebelah gw aja, nanti kabel ke ampli dari bekas gw langsung gw kasih ke elu..” John (drummer) juga udah janjian sama Echo (drummer 70sOC) dan Rio (bassis 70sOC) jg udah standbye deket Ricky (bass). Waktu Whitshs maen crew gitar gw udah ngeset dan naro efek di panggung. Whisehs bawain 3 lagu diantaranya bawain lagunya Bandempo ‘Berlayar’ dan Windu Defrina. John maennya keren bgt uy. Beres itu Sari langsung ngumumin “berikutnya ada 70s OrgasmClub” kynya nama itu nama yg sangat asing buat semua orang yg ada di panggung soalnya semua pada bingung yg ada di panggung. Cuex bebex. Secepat kilat gw lgnsg ngoprasiin gitar&sound+efekan bgitu jg anak2 lngsng stenbay sama alat2nya. sekali lagi anak2 Whteshs sgt2 ngebantu bgt. Jreeng lg pertama LibidoSchizophrenia masih kagok dan tegang, lagu kedua Supersonicloveisticated. Di lagu kedua dan lagu ke tiga Love Bus maennya udah lebih lepas. Lagu ke 4 ternyata di cut. Damn. Ngga dikasih sama orang di sebelah gw. Gw smpet maksa tapi useless trnyata. Ya sud ngalah aja bo’ beres. Gara2 ngotot2an gw sampe lupa nyebutin band ‘Adalah’. Sori bos. Turun panggung ketawa2. tapi tetp kita bingung dgn hilangnya mrD yg menjanjikan uang trnsport. Janjinya sih bisa ada skitar jam 3an dari ticketing. Tapi lagi2 anak2 Whtshes ngebantu bgt. Ale turun tangan dan VOILA! The cash langsung turun.. Karena gw kecapean dan gejala rematik gw kumat gw akhirnya nunggu di bis. Sempet ada insiden kecil. Maknya semuanya mencar2. dan ga sempet pamit face-to-face ke panitia dan anak2 Whtshs lagi karena udah pada gatau kemana. Tapi Dady menejer gw sempet pamit walaupun gaketemu semua anak2nya. Well that’s it kita pulang sempet makan2 dulu dan sampai Bdg jam 7pagi. Its riot banget tapi seru. Kata Ameng” band yg udah pernah ngerasain maen di Bakar-Bakaran IKJ pasti siap mental manggung dimanapun”

Thnx buat mr D yg mnghilang dan misterius krn kita ga smpt tau muka elu kaya gimana. (gw tau niat elu baek, cuman memang institusi seni itu keras sob. Been there haha.. ati-ati jg sob bnyk yg nyariin elu tuh malem minggu.. haha) semoga ga kapok bikin acara dan maenin kita lagi nantinya. Pus plos memang. Untungnya gali lobang bisa tutup lobang lagi. Ya paling engga kita 70sOC udah berusaha maen maksmal buat Bakar-Bakaran semoga itu cukup buat Panita dan ngga ngerasa rugi maenin kita.

sekali lagi big thnx bwt Asung, Indra Ameng & Whiteshoes &TCC

Stop For Love A.K.A Brakin’ for Love

May 20th, 2005 by anto-arief

Stop For Love A.K.A Brakin’ for Love

Perjalanan 5 tahun got to stop for a while. Mengerem, that’s what I’m sayin’ Brakin’ fo’ Love. 5 tahun dari mencari jati diri. Jati diri? Puah!.. haha. Been in a fuc*ed up love story. That’s killed me. Very bad ending at this massive relation ship. Uh. Mencoba mengerti apa yang pernah terjadi. Mencoba mencari akhir yang semestinya. Tanpa sadar gw tenggelam. Dan sampai tiba di dasar lautan paling dalam. Lautan ke pesimisan. Pesimis for love. Dan tiba-tiba tanpa disadari gw menjadi apatis, dan mencoba untuk sebisa mungkin menolak “dipatahkan”. Tidak ada yang bisa membuat gw harus mencoba merasakan hal itu lagi. Dipatahkan. Gw menolak. No Way.

4 tahun tidak terasa, dan tidak ada yang berarti dalam hidup, kecuali ambisi untuk mengejar dan meraih semua yang pengen gw kejar. Menyibukan diri dengan rasa penasaran yang menyergap. Try dis try dat. Nyoba nulis, bermain-main di wilayah seni; gila-gialan ngelukis setelah nonton film Basquiat dan nyoba jadi perfomance artist, makin a blues band, makin a Jimi Hendrix covers band, Dj ing, ngajar, rame2 bikin PH (failed), nyobain bikin clothing (failed), jadi road manager Homogenic, terakhir bikin band senidiri yg bener2 gw sukain. 70s Orgasm Club.

Pembuktian. Ngga jelas pembuktian untuk apa? Terhadap apa? For 4 damn years I never been stoped. Meluncur di jalanan. I’m the king of the highway.

Memasuki tahun ke 5 terasa aneh ketika ada yang menarik perhatian gw. Dan gw kejar yang menyita perhatian gw itu. but I was running too fast, dan gw mengejar too closed and too tight. Sesak dan end up so wrong. My mistake. I know. But I don’t care life goes on and so ke apatisan gw. Dalam rentang yang cukup jauh, silih berganti muncul beberapa penarik perhatian lainnya. And another mistake done. Dan gw tetep cuek. Life goes on begitupula dengan kesibukan gw akan pembuktian itu. trying dis and dat. Failure, its ok. Just don’t disturb me! I’m too bussy. Begitu yang terpampang di otak gw. Tapi selain apa yang terlihat, sebenarnya otak gw berpikir keras juga. What’s wrong? What the do’s and don’ts? Something is wrong with me, I just don’t know what. Tapi gw ga peduli.

The middle of 2004 is the time. I feel like I’m done. Chasing my dreams dan rasa penasaran gw akan semua hal. I’ve done this dan I’ve done that. Now I know. And its done. I think I knew. What if I’m wrong? Its not a big deal. That’s is not a big issue for me. Tapi kok terasa kekosongan ini. Sh*t! dan itu mencekik. Huahaha.. kenapa bisa begitu mencekik? I’ve done for it 4 damn years and I survived. Why now? Lama-lama I realised it. This is the time. I should find a company. No. not a company. I should find what my heart longing for. HAHAHA.. I should do something. And I did. Like a thousand of date or something. But I was not that easy. But I’ve got a track that I got to keep. So I call it balancing. Porsinya jelas antara track lama yang sudah lama gw lakukan dan gw coba konstankan dengan 1 track baru yang berbeda yg gw coba jajaki sekarang. It was fun. Penasaran, failure, mencoba mengerti apa yg mereka mau dan mencoba mamahami kenapa kita begitu berbeda tapi kenapa kita saling membutuhkan? Sh*t that’s deep! Haha..

So this is the time. I can feel it. And it feels so right. So good and so right. This very year I’m stoping. Cause I stop for love. I pull my break for love. And I’m ready : )

So this my favorite notion I had in my head to everyone I met, “Is She The One?”

14 Mei 05

(Diiringi oleh Maxwell’s Urban Hang Suite)

ANT