Archive for July, 2006

I meet my hero today.

Wednesday, July 19th, 2006

I don’t know how to say this tanpa terdengar extremly NORAK. But I just meet my hero. Dan dia adalah…. EQ humania. Haha. Buat kalian yang good friend dgn EQ silahkan menertawakan ke NORAK an saya. Go ahead. I give you 25 sec to laugh. Ha-ha-ha

Sudah?

Sebagai pengikut musik Humania dari tahun 90an sampei terakhir mereka bikin Interaksi. Saya punya pendapat tersendiri tentang Humania, selain betapa saya menyukai musik mereka. Perhaps you wandering, apa yg spesial mengenai Humania?

Begitu banyak pelajaran yang saya dapet dari album2 mereka. Dan mereka itu begitu maju bahkan untuk jamannya pada waktu itu. Betapa gw kebingungan waktu  SMA akhir/kuliah awal mencerna beat drum n bass yang ada di album terakhir mereka. Mana ada drum n bass pd waktu ituuuu? Not to mention signle pertama “Terserah Kamu” yg reggae-ish bgt. TELALU MAJU. Bahkan awal tahun ini waktu saya re-discovery musik Humania. Still mereka terasa baru dan maaaaasih aja ada pelajaran yg bisa saya petik dari album2 mereka. Betapa cengkok dan lagam EQ sangatlah soul berat. All the falset thing, all the meleok-leok, vokal EQ is so soulfull. Semua teknik vokal yg Angga (vokal maliq) lakuin di Maliq n D adalah pengulangan dan sudah pernah dilakukan EQ. Mungkin EQ is not a really really good singer But he had it man! He GOT soul. Itu yg kebanyakan penyanyi kita yg bagus2 tidak punya. Begitu pula dengan musiknya. Coba dengerin sekarang, masih terasa NU. Semua yg dilakukan Maliq n Dessential itu sudah pernah dilakuin Humania 5 tahun yg lalu. Baik secara musikal maupun lirik. How krezy was that?

Dan I said it to him. Pendapat saya dan kekaguman ttg Humania selama ini

-Bahwa musik mereka itu terlalu maju untuk jamannya pada waktu itu.

-Maliq & D boleh meledak. tapi apa yg dilakukan Maliq itu semuanya sudah pernah dilakukan Humania sebelumnya. Yes. Ga heran secaraaa produsernya tuh EQ juga.

Dan dengan humble-nya EQ bilang terimakasih.

Well your welcome dude. I cant belive I finally said it. haha

Kita juga banyak ngobrol tentang funk/soul music. Dan betapa banyak pemikiran2 kita yang sama banget. Saya juga cerita tentang band saya 70sOC. Um, sebenarnya saya datang ke EQ itu tujuannya adalah menginterview dia sih. For my mag. Tp kita malah ngobrol ngalur-ngdul. Dia juga sangat excited pgn denger the demo. Secaraaa Nepathya itu mau bikin Soulnation (kl gasalah) even musik kulit hitam. Mantap. Dan gw dgn pedenya nawarin ben gw bisa maen ga? Haha.. finger crossed. Tp dia sangat tertarik, apalagi kan roots nya sama getolohh. NEGRO musik. Haha.

Cuman acara itu ternyata diundur dulu, tadinya September. Makanya waktu saya bilang mau masukin buru2 dia bilang santai aja karena diundur. tapiiii kalo bisa secepatnya lebih baik.

Ok. Ill bring it for you rite away sir.

Btw even Soulnation itu the line upnya yg masih serba tentative itu adalah Common, Eykah Badu, Jill Scot, THE ROOTS dan bbrpa artis hiphop. buset.

Ngobrol sama EQ bikin saya berasa ngga sendirian. Saaaaaah. Secara saya ngomongin musik item aga susah bener nyari temennya seperjuangannya. Dan saya juga baru nyadar kalo dia itu produser. Hmm. Bisakah dia menaungi musik 70sOC?

Bisakah bisakah bisakah??

Skrng saya ga sabar untuk bawa the demo dan ngobrol banyak sama dia lagi. Hmm.. bisakah dia menaungi musik 70sOC?

Bisakah bisakah bisakah??

Album minggu ini! Patrice - Ancient Spirits

Tuesday, July 11th, 2006

Awal perkenalan dengan Patrice adalah when saya download lagu my best man; Keziah Jones. There is this satu lagu. Here Again by Patrice feat. Keziah. Lagu yg sangat menarik. 2 funkin guitars; nylon & electric. 2 vocals berkarakter kuat. Keziah yg black bgt. Soulful dan Patrice yg (awalnya) terdengar sprti vokalis cewe di kuping saya. Ternyata saya dapet albumnya ‘Ancient Spirits’ dan OH-HOW-I-LOVE-IT. Ini dia album reggae yg saya cari all this time. I’m done with 70s reggae. Not that I’m sick of it. Hanya mencari refrensi baru aje bang.

Atas nama mencari bentuk terkini dari musik reggae saya nabrak Sean Paul. Love it! Terakhir Damian Marley jg sip. Meskipun Damian end up terlalu hiphop dan hanya ada dua lagu yg trippy ala musik ncet2 rege. Lagian juga musik mereka itu dancehall.

Nah Ancient Spirits adalah. Sangat tradisional yet modern tanpa harus ikut-ikutan hiphop yg hip itu. Not that I don’t suka hip hop. Tp saya lagi ngulik teknik vokal neeeeeeh. Jadi hiphop blm terperhatiin, unless jika someday I intend to nge-rap.

Vokal Patrice ngingetin saya sm musisi Jamaika in the 60s. vibra dan tone suaranya yg cempreng dan nge-geol sprti tape yg pitan/headnya udah lemah. Juga dia mempunyai lagam vokal khas rege yg kuaaaat bgt. I would love steal it from him  

Musiknya juga tidak reggae tok. You can hear his roots sangat jelas pada bass lines dan vokal Patrice serta gitar/kibor ncet2. Tapi musiknya variatif sangat. Beberapa track malah terdengar pengaruh neo-soul. Oooh I listen this record beberapa kali dalam sehari. Sangat jarang itu terjadi pada diri saya. Terakhir kl gasalah waktu saya dapet Remy Shand’s The Way I Feel. Bahkan Jimmy Cliff’s TheHarder They Come ngga sampe saya dengerin 2 kali dalam sehari.

Track fave saya: Everyday Good (track yg sangat cocok u/ membuka album), Queen, Love (cutest & swetest track), Fear Rules (yg sangat joget ‘kecil’) Lions yg mellow, Moneypolation (plesetan yg bagus)

btw album Patrice for unknow reason tidak masuk US. jadi lumayan susah dicari untung dapet dari temen gw si raja download. haha. 2 album lagi. tp yg satu lagi blm didengerin bgt.  thnks Sal!

Sekian. Yang ngga ngerti angkat tangan. Yang mau ke toilet langsung aja.

Investigasi iPod. Saya tdk menyarankan org lain untuk memilih iPod

Friday, July 7th, 2006

Knp saya pilih iPod? jawabannya: Cult. Jawaban sederhana yang begitu naif. Lagian juga saya hanya perlu menambahkan sedikit dan saya mendapatkanya atas nama pelangkahan adik saya yang nikah duluan. Setelah 2 bulan ber Ipodi apa resultnya? Ini dia.

Hal positip yg ada di bayangan saya:
Bisa memuat semua koleksi mp3 dan cd2  saya. Jadi ketika saya punya waktu yg lama di jalan ketika ke bdg ataupun lainnya, saya bisa mendengarkan cd2 atau mp3 saya yg sebelumnya jarang didengarkan.

Ternyata:
juga ga semua sempet kedengeran. Selain waktu nge browse nya yang berderet kebawah bikin mata cape dan males milihnya, kadang kita lupa baru nambahan album/artis apa kemaren2. Jadi yg trjadi adalah penumpukan folder mp3 yg baru yg terlupakan oleh kita. Mustinya di iPod ada feature ‘recently add’ seperti yg ada di iTunes. Jd kita bisa tau ‘apa yg baru’. Bayangin kita hrs ngebrowse ratusan lagu/artis yg berderet ke bawah. Cape jg kan? Jadi solusinya adalah harus saya arrange lg di iTunes.

Saya ga perlu nyalain komputer lagi hanya untuk denger lagu.

Trnyata:
Iya sih, KALAU kita punya speaker khusus iPod yg tinggal dicelup. Atau universal dock dudukannya yg seharga blablabla . karena saya cuman puya speaker PC jd kurang praktis, krn sekali lagi iPodnya terpaksa saya geletakin lagi di atas meja dan beresiko menggores bagian belakangnya

Beberapa hal lain yg menjadi kesimpulan saya terhitung 2 bulan setelah saya memakai produk apple iPod ini:

Begitu ringkih. God rasanya seperti membawa monitor mac (krn fisiknya mirip bgt sama monitor mac) yg di kecilin.

Tipis is good beratnya juga is good. Ringan. Tapi fisiknya itu lho. Scratch-able. Sangat teramat. Makanya untung punya saya udah di lapis pake lapisan tipis transparan. Walaupun begitu tetep aja bagian belakangnya yg aluminium bisa untuk ngaca itu dalam kurang dua bulan udah ada 8 goresan.

Why? Karena iPod saya itu hanya diletakan begitu saja di meja. Tentu saja udah di alasin dulu. Saya menghindari kontak langsung iPod ringkih itu dengan kayu meja kantor saya.

Lalu minggu ini saya berencana merogoh sekitar 150rb an untuk beli casing/pouch whatever nya itu.

Did you guys in Apple pernah memikirkan bagaimana caranya meletakan alat ini di meja? Beli universal docknya dong! Yeah. Right!

Thank god I belum sempat menjatuhkannya. Dan berusaha untuk tidak. Ringkih buangeeeeet getoooohlohhhhhhhh. Bahkan gw ragu kalo iPod itu dibuat untuk langsung berintraksi dengan tangan terbuka. Selain click-wheel-nya yg ergonomi, bentuk lainnya kurang bersahabat dengan genggaman tangan kita. Atau saya. Atau jangan2 hanya saya yg berpendapat begitu? 

Feature videonya juga lumayan bikin kesel. Krn transfernya lama dan kita ga dikasih softwarenya dan bikin baterei drop.

Juga kita tidak bisa memindahkan kembali lagu2 yg ada di iPod kita kembali ke dalam PC. Altough ada bbrpa software yg memungkinkan itu terjadi. Sperti iPodrip atau iPod agent

Tapi sampai sekarang saya belom punya software utnuk DVD to iPod dan me-rip kmbali lagu iPod ke dlm PC. Tp masih dalam tahap mencari hingga kini.

Earphonenya juga begitu ringkih. Entah sudah berapa ratus kali mereka saling berbenturan waktu saya nyoba untuk ngelurusin kabelnya yg kusut.  Tuk tik tuk tik begitu bunyinya. Waduh ngilu bgt dengernya.

Come on you guys in Apple. Ini adalah produk mahal. Tidak bisakah membuatnya lebih friendly dalam penggunaan sehari2?

The answer is go to iBox. If you can afford untuk membeli iPod berarti you harus mampu beli pernak perniknya lagi. Disana banyak aksesoris yg melindungi dan merawat iPod. Jadi perlu more cash again. Jd kalu you sudah nabung untuk beli iPod well you have to saving more untuk beli those printilannya atau iPod you akan end-up dengan tidak layak. Cepat tergores and so on. Like mine. Well blm separah itu sih. Tp akan. Makanya saya pgn buru2 beli casing leathernya atau yg silikon  itu.

Pada akhirnya, my opinion is: Saya tidak nyaranin siapapun untuk membeli iPod. Kecuali siap untuk merogoh kocek ‘more’ untuk beli ‘survival kit’ nya. Damn expensive “Survival kit” coz you won’t make it without it! Hahaha. Bisa aja sih. Saya aja sih yg sok apik tp gabisa. hahaha

What do anda think? share dengan saya..

Superman Return: What if I can really fly?

Thursday, July 6th, 2006

Nostalgia. Total nostalgia. Rasanya ky kembali ke masa kecil dan nonton Superman-nya Christopher Reeves. See a man can fly dengan sayapnya yg berkibar2 tertiup angin.

Dari semua superpowrs yang ada kekuatan super yg paling saya inginkan adalah terbang. Gatau kenapa. Mungkin gara2 romantika saya terhadap Superman.

I don’t want any of other of his powers kecuali terbang. Jadi ini dia kesimpulan yg saya dapat apabila seorang SAYA bisa terbang.

If  I can fly I will be needing:

Kacamata. Mungkin kacamata renang atau kacamata peawat yg suka di pake motor. WHY? Karena saya pake softlens tentunya. Saya naek motor aja harus pake kacamata biar ga kelilipan. Terbang di udara dgn kecepatan tinggi saya tidak mau kelilipan juga dong

Senter atau pencahayaan yg cukup. Kalo gelap gimana? Nanti nabrak2 atau nyasar. Sukur2 kalo terbang di tengah2 kota. Kalo di pegunungan atau pedesaan?

Jaket atau syal. Masuk angin booook. Bisa juga untuk menghindari kulit menghitam akibat terbang terlalu lama kena sinar matahari. Jika siang its extremely hot diatas sana dan extremely windy. Belum termasuk kalau terbang di daerah dingin seperti Bandung

Gimana kalo hujan? So is it perlu membawa jas hujan? Atau kita berhenti aja berteduh dulu. Lumayan stupid juga sih berteduh, pasti ketemu sama pengendara motor yang lg berteduh juga.

Helm. It is akan membuat saya tampak really stupid. Tapi gimana kalo tiba2 jatuh atau nabrak apa gituh?? Atau nabrak burung yg lagi lewat? Atau ketemu burung sinting yg terbangnya suka nabrak2?? Muka saya pernah ditabrak kelelawar waktu naek motor. Untung pake helm, kalo engga lumayan  tuh.

Bagpack atau tas slempang. Untuk bawa senter/kacamata jaket dan lain2 tentunya.

So far itu aja sih. Saya harus ke dokter gigi dulu. Nanti saya teruskan lagi kl sempet