Archive for June, 2006

Kejutan pagi yg menyenangkan

Friday, June 30th, 2006

Teng  nong. Kejutan pagi. Kebetulan saya lg bawa mobil, dan pgn dengerin Prambors. Taunya lagi ngomongin LALights IndieFest. Wah. Eh eh taunya abis iklan di puter lagu 70sOC yg asuk indifest tea… Hohoho… rasanya weird.

Just weird. Its soooooo weird. Weird. Itsjust weird. So damn weird.

Hohoho..

Kejutan pagi yang menyenangkan

Playlist bbrp minggu terakhir..

Thursday, June 29th, 2006

this is  some tunes that i really2 senang menyanyikannya sambil bergitar kopong dirumah beberapa minggu ini. all of it is musik hitam. well wadt ken yu ekspek? respect the roots! saaaahh…

1. Gil Scott-Heron - Guerilla
2. Patrice feat. Keziah Jones - Here Again
3. Herbie Hencock - Thought It Was You
4. Bob Marley - Turn Your Lights Down Low
5. Cody Chesnutt - Seeds
6. Jimmy Cliff - The Harder They Come
7. Kool & The Gang - Too Hot
8. Damien Marley - There For You
9. The Isley Borthers - Who’s That Lady
10.Gregory Isaacs - Night Nurse
11. The Brothers Johnson - Strawberry Ltter #23
12. John Legend - Lets Get LIfted & Stay With You
13. Sly & The Familiy Stone - Family Affair

Tuhan pasti punya rencana tersendiri

Wednesday, June 21st, 2006

Buset bukannya saya bermaksud unutk sok religius. Tapi He does. Tolong jangan ketawain saya karena tidak pernah sholat Jumat, tapi bisa2nya ngomong Tuhan. Emang saya itu siapa? Fernado Nur Riziq? Who the hell is that saya juga tidak tahu. I just made him up. Bottom line is. Hidup saya yang sekarang ini adalah diluar kendali saya. Secara garis besar bukan ini yang saya mau dari dulu. Begitu banyak usaha untuk sesuatu yang memang bukan jodoh saya.

Mau dimulai dari mana? Waktu sma kepengen masuk sma negri favorit ga dapet. Dapetnya sma di jl limau. Mulai serius suka cewe ngincer si anu, jadian tp ga lama. Padahal udah jungkir balik mempertahankan. Ngincer si ono, gadapet2. Ya iyalah udah punya cowok doi lagian. Taunya jadian sama kembang 2 angkatan di bawah gw. Saaaaaah kembang.. Motif kaleee kembang2.

kuliah juga. Mau bgt masuk SR berlambang gajah duduk. Tp ga tembus. Dapetnya di kampus berlogo segi-3. mau banget masuk desan grafis taunya di kampus itu baru ada tahun depan. Percintaan pada saat itu kandas dan patah hati, jd masa bodo, tidak terlalu hunting dan being single cukup lama. Sempet keterima sbg penyiar di HRFM dan masuk masa training siaran malam2. tp gara2 bentrok sama TA jadi musti dilepas. Dan ternyata itu jadi salah satu penyelesalan terbesar saya

Hingga tehun kemaren percaya ato tidak saya coba terus tiap tahun masukin lagi. Bahkan pihak HRFM meyakini saya pasti dgn mudah bisa masuk lagi. Tapi is never happened. Menunggu dan menunggu, terakhir Prambors buka di bdg. Gw tertarik lagi tapi ternyata gw malah pindah ke jkt. Ngelamar gawean di majalah lifestyle dan berharap banyak, ternyata nihil. Padahal udah gerak cepet dibantu Arian. Dapet calon tempat kerja berikutnya yg tdnya saya ga mau akhirnya jd mau, taunya gagal total dan perusahaannya bangkrut sekarang. Dan sekarang malah kerja di tempat yang ga pernah terbayangkan sebelumnya. Untungnya masih di wilayah yang saya suka. Banget. Yaitu membela negara & bercocok tanam. Just kidding.

Percintaan saya tanpa diduga saya mendapatkan duran runtuh. Saya menjalin kasih dengan pacar saya yang sekarang ini. Tadinya ga kebayang bakal saling bercinta. Tapi jadi dan langgeng hingga kni. She’s everything to me dan semuanya pada diri dia memikat hati saya. Cantik, great sense of humor, tidak buta nada, nice personality pokoknnya mah.

Ben juga bisa lancarrrr. Walaupun tersendat-sendat tidak mulus. But we’re getting close to what yang mau kita kejar. What is de botom line op ol of dis kejadian?

Mungkin be thankfull of what yu got..

I love what I do rite now, and also love what I achived. Kerjaan gw memungkinkan gw untuk bisa nge band disamping nulis juga. Maka dari itu gw ga terlalu ngarep pada kehidupan yg lebih dari ini. I try, but not that hard. Biarkan saja mengalir.

Ada quotes dari pemilik usaha ternak cacing di Laos Jawa Timur (no. just kidding) “Sometimes you can’t always get what you want. And biasanya you don’t always want what you’ve got”

Sekarang ini quotes hasil modifkasi saya:
“I do want what I’ve got, and sometimes things that we can’t get, we don’t always really need it”

Saaaah…. e’e. dut. preeeeeet….

Charger HP itu teknologi kocak

Wednesday, June 21st, 2006

Charger HP itu teknologi kocak. Hp saya lowbatt, terus karena harus nelpon, saya nyari sumber tenaga yg bisa dicoloki oleh charger saya. Tapi karena tidak tersedia colokan yg memadai, saya harus jongkok di pojokan di bawah meja -karena adanya disana, colokan yang kosong itu teh- sambil nelpon. Aneh.

I bet people who invented de teknologi of charging stuff ngga kepikiran soal itu. Karena harus nelpon bgt penting, jdnya saya jongkok menelpon dan berasa lebih rendah dari pake telpon biasa. Karena kalo pakai telpon biasa kan duduk di kursi yang proper dan pesawat telponnya ada di meja yang proper dan kita duduk manis dan pemandangabnya biasanya juga enak. Bukannya jongkok deket bawah meja ngadep ke tembok gara2 kantor bego ga nyediain colokan yg proper untuk teknologi canggih ini. Bodoh. hahaha

Bob Marley is Full of Sh*t!!

Saturday, June 17th, 2006

But I dig him. And I also dig Rastafari as a way of life. Maap mungkin bagi kalian yang dalem banget sama musik merah kuning ijo ini menganggap om Bob terlalu mainstream untuk panduan saya menyukai musik reggae ataupun rastafari. Ya gapapa..

Saya pernah menulis artikel tentang Rastafari di Ripple. Dan dalam prosesnya kepala saya mengangguk-angguk dan tidak bisa lebih setuju lagi terhadap ajaran Rastafari ini. Positivity, cinta-cintaan, perjuangan dan perdamaian. Kayanya itu beberapa point terpenting yang menarik saya. Meskipun ada beberapa kepercayaannya yang agak primitip, seperti seorang Rastafari itu immortal. Yeah right :D

Mungkin karena faktor umur juga ay menyukai musik ‘ncet-ncet’ (suara gitar) ini. Kayanya cape gitu ya, berbicara tentang kesedihan, depresi ataupun teriak teriak memberontak marah-marah melawan kemapanan or wat so eper. Some people did that. And ay choose untuk membiarkan orang lain saja melakukan itu. Sementara ay lebih cocok mendengarkan pesan-pesan menaklukan dunia dengan menebarkan cinta, bersenang-senang bergoyang pada musik dan memandang sesuatunya dengan positip. mantap ah..

itu juga pesan yg coba saya sampaikan dalam lirik2  ben butut saya: 70s Orgasm Club.

Makanya juga ay seneng musik item 70/60an. Kurang lebih memang satu roots sih. Positivity, cinta-cintaan, perjuangan dan perdamaian. Makanya orang2 item itu menjunjung tinggi musik reggae secara mereka juga setanah air ceunah. Tanah Afrika. Nah sekarang ekspedisi saya mulai dalam nih pada musik yang satu ini. Baru dapet album OST The Harder They Come. Jimmy Cliff is keren. Juga baru dapet beberapa lagu Lee “Scratch” Perry, King Tubby, Burning Spears, Toots & the Maytals.

Makanya juga sekarang saya ga malu pake gelang/kalung tiga warna itu, karena saya sangat menghargai pilosopi yang ditawarkan musik ncet-ncet ini.

The harder they come, the harder they fall.. -Jimmy CLiff

2.42 AM

Thursday, June 15th, 2006

Baru saja nyelesein artikel untuk majalah saya.  Lumayan bingung karena ternyata bisa juga saya menulis jam segini. Jam yang sangat tidak biasa. Dan bisa juga saya menulis blog tidak perlu ini pada jam segini.

Sebenarnya saya bisa saja terus bablas dan mengerjakan artikel2 lainya yang tertunda. Tapi saya memilih tidak.

Karena saya tidak mau kehilangan ‘pagi hari’ saya. Itu juga alasan kenapa saya suka tidur cepat dan merasa kesel kalo bangun terlalu siang. Kenapa? Karena pagi hari begitu indah. Dan banyak hal-hal indah terjadi di pagi hari. Dan degnan bangun pagi saya merasa lebih mendapat banyak hal ketimbang mereka yang bangun lebih siang. Saaah. Dut. Preeet..

Tapi betul. Bangun pagi, ngopi, nonton berita pagi/baca koran atau bernyanyi2 dengan gitar saya. Adalah rutinitas yang sangat menyenangkan. Walaupun saya benci rutinitas, tapi rutinitas yang satu ini adalah keharusan.

Ya sudah.

Biskuti Selamat dimakan Selamet rahardjo, Selamat malam Jo’ (Jojon)

*Diiringi oleh my funkguru: Gil Scott-Heron - Peace Go With You Brother

Live in Tasik 13 Juni 06.

Thursday, June 15th, 2006

Manggung ke dua tanpa latihan. Ternyata bisa juga. Now we are a soulmusic- based band. Haha. Lagu the big 5 adalah lagu2 yang ternyata kita semua udah hafal di luar kepala. No kesulitan at all. Tinggal dikasi instruksi sedikit, dan kita bisa jalan. All you have to do is janjian. And we’re there.

Gatau kenapa juga saya enjoy banget maennya. Terutama waktu soloing, men I feel like in heaven. Greget banget. Salah-salah adalah seninya. Waktu soloing itu yang saya rasakan. Fuck it, I don’t care. Haha. Bosen kan maen solo2 gitar panjang dan rapih. Jadi saya pilih solo panjang berantakan ga karuan, kadang putus-putus berenti sebentar tapi: soulful. Saaaaaaaaaaaah..

Dan reaksi dari penonton di Tasik juga asik.

Tasik= Asik. It ryhmes :D

Cool, manggung pertama kali kita di luar rute standar; Bdg-Jkt.
Cool juga pertama kali kita dikasih hotel sebagai tempat istirahat. Norak sih haha

And we still thinks our band is cool. Even kita ikut festival LA Light Indie Fest ini.
Call it what you want, ben kelas festival, banci festival. Whatever. Screw it. We don’t care.

We need the money to record our sh*t

hahahahahah

sedih..

Wednesday, June 14th, 2006

kemarin adalah satu tahun saya dan kekasih jadian. tapi sedih sekali kita tidak bisa bersama karena jarak..

huhu

padahal sudah merencanakan mau ke dufan, mau ke sea world, mau ke bangkok, thailand, korea, afrika, papua nugini, gorontalo..

perkenalkan, tukang servis no1 yaitu; Saya!

Wednesday, June 14th, 2006

Don’t fix apa yg tidak rusak. Is it broke? Is it rusak? Is it kacau berantakan belangpontang? Dan yang terpenting, perlukah di betulkan?

Taraaaaa!.. ini dia tukang servisnya.

Here I come to saves the day. Gedebak gedebuk Selesai sudah.

Tiba-tiba ada yang menoel bahu saya. “Mas.. rumah masalah yang rusak disebelah sana, bukan disini..”

Dan perkenalkan. Tukang servis legendaris itu adalah saya.

Baru tersadari beberpa minggu ini. Permasalahan dengan teman-teman, teman band, pacar, kerjaan sampe rumah baru bersama keluarga lama. S

aya sadari bahwa kemarin saya berusaha membetulkan emak saya. Padahal dia tidak rusak. Hanya butuh pengertian. Pengertian yang tiada habis. Agaknya setimpal dengan kasih dia dalam mencintai dan memelihara saya selama ini. Memupuk dan menyirami saya sang tanaman selama 27 tahun.

Saya sadar juga bahwa saya berusaha memperbaiki hubungan adik saya dan ibu saya. Padahal mereka saling membentak dan menggerutu dalam kasih dan atas nama cinta. Sekali lagi saya mengkritik sang Emak. “Mak, kenapa sih ga bisa lebih santai sama Ade? Kan dia mau ninggalin rumah sebentar lagi (mau menikah akhir Juli)” tapi rupanya saya salah. Karena alis Emak langusng mengkerut dan indicator tekanan darahnya naik dan merasa sangat tersinggung sehingga dia membela diri dengan nada tinggi. Dan lagian ternyata Ade tidak keberatan. Dia malah lebih mengerti Emak.

Waduh.. Dasar saya si imigran lugu yang bodoh. Saya berhak mendapatkan penghargaan “The Worst New Comer in Your Family” ternyata 9 tahun jauh dari rumah membuat saya harus banyak melakukan penyesuaian-penyesuaian ketika pulang ke keluarga baru saya itu. (keluarga lama saya adalah teman kost/kontrakan)

Begitu pula dengan ben tercinta saya. Drummer saya adalah penggerutu dalam saat2 tertentu, terutama terhadap bassis saya adalah salah satu sasaran gerutuannnya. Saya pikir gerutuan2 itu harus diteruskan supaya terjadi komunikasi dua arah. Ternyata saya salah besar. “Engga semua hal itu harus diomongin to. Ada beberapa hal yang memang harus dimengerti aja..” DuenG!! Lugu banget saya ini ya? Si lugu.

bangun sob. ternyata dunia tidak butuh tukang servis. hanya butuh tukang ketoprak. karena saya suka ketoprak.