Archive for May, 2005

Stop For Love A.K.A Brakin’ for Love

Friday, May 20th, 2005

Stop For Love A.K.A Brakin’ for Love

Perjalanan 5 tahun got to stop for a while. Mengerem, that’s what I’m sayin’ Brakin’ fo’ Love. 5 tahun dari mencari jati diri. Jati diri? Puah!.. haha. Been in a fuc*ed up love story. That’s killed me. Very bad ending at this massive relation ship. Uh. Mencoba mengerti apa yang pernah terjadi. Mencoba mencari akhir yang semestinya. Tanpa sadar gw tenggelam. Dan sampai tiba di dasar lautan paling dalam. Lautan ke pesimisan. Pesimis for love. Dan tiba-tiba tanpa disadari gw menjadi apatis, dan mencoba untuk sebisa mungkin menolak “dipatahkan”. Tidak ada yang bisa membuat gw harus mencoba merasakan hal itu lagi. Dipatahkan. Gw menolak. No Way.

4 tahun tidak terasa, dan tidak ada yang berarti dalam hidup, kecuali ambisi untuk mengejar dan meraih semua yang pengen gw kejar. Menyibukan diri dengan rasa penasaran yang menyergap. Try dis try dat. Nyoba nulis, bermain-main di wilayah seni; gila-gialan ngelukis setelah nonton film Basquiat dan nyoba jadi perfomance artist, makin a blues band, makin a Jimi Hendrix covers band, Dj ing, ngajar, rame2 bikin PH (failed), nyobain bikin clothing (failed), jadi road manager Homogenic, terakhir bikin band senidiri yg bener2 gw sukain. 70s Orgasm Club.

Pembuktian. Ngga jelas pembuktian untuk apa? Terhadap apa? For 4 damn years I never been stoped. Meluncur di jalanan. I’m the king of the highway.

Memasuki tahun ke 5 terasa aneh ketika ada yang menarik perhatian gw. Dan gw kejar yang menyita perhatian gw itu. but I was running too fast, dan gw mengejar too closed and too tight. Sesak dan end up so wrong. My mistake. I know. But I don’t care life goes on and so ke apatisan gw. Dalam rentang yang cukup jauh, silih berganti muncul beberapa penarik perhatian lainnya. And another mistake done. Dan gw tetep cuek. Life goes on begitupula dengan kesibukan gw akan pembuktian itu. trying dis and dat. Failure, its ok. Just don’t disturb me! I’m too bussy. Begitu yang terpampang di otak gw. Tapi selain apa yang terlihat, sebenarnya otak gw berpikir keras juga. What’s wrong? What the do’s and don’ts? Something is wrong with me, I just don’t know what. Tapi gw ga peduli.

The middle of 2004 is the time. I feel like I’m done. Chasing my dreams dan rasa penasaran gw akan semua hal. I’ve done this dan I’ve done that. Now I know. And its done. I think I knew. What if I’m wrong? Its not a big deal. That’s is not a big issue for me. Tapi kok terasa kekosongan ini. Sh*t! dan itu mencekik. Huahaha.. kenapa bisa begitu mencekik? I’ve done for it 4 damn years and I survived. Why now? Lama-lama I realised it. This is the time. I should find a company. No. not a company. I should find what my heart longing for. HAHAHA.. I should do something. And I did. Like a thousand of date or something. But I was not that easy. But I’ve got a track that I got to keep. So I call it balancing. Porsinya jelas antara track lama yang sudah lama gw lakukan dan gw coba konstankan dengan 1 track baru yang berbeda yg gw coba jajaki sekarang. It was fun. Penasaran, failure, mencoba mengerti apa yg mereka mau dan mencoba mamahami kenapa kita begitu berbeda tapi kenapa kita saling membutuhkan? Sh*t that’s deep! Haha..

So this is the time. I can feel it. And it feels so right. So good and so right. This very year I’m stoping. Cause I stop for love. I pull my break for love. And I’m ready : )

So this my favorite notion I had in my head to everyone I met, “Is She The One?”

14 Mei 05

(Diiringi oleh Maxwell’s Urban Hang Suite)

ANT

Labyrinth of Love PDKT, “Biarkan itu terjadi secara natural dan tanpa pamrih”

Friday, May 20th, 2005

Labyrinth of Love PDKT, “Biarkan itu terjadi secara natural dan tanpa pamrih”

Dis and dat, memang selalu ngebingungin kalo talked about love. Whew. Banyak do’s and don’t nya. Ga akan pernah abis jawaban terberikan atas pertanyaan yang kita keluarin when its about love. Ngehe! Huehehe. Diggin a girl & PDKT. It’s a whole lot of different situation. Palagi kalo jalannnya berliku. Jadi if you attracted to a girl, that’s is usual. But ketika yey memutuskan untuk do something about it. You know, untuk memperjuangkan perasaan aneh yang yey punya dan memutuskan hey, I like to get to know her. Well you decided to walk into labyrinth. Labyrinth of love PDKT. Ow.

Berapa kali kita denger nasehat dari our closest friend. “man, you shouldn’t do that..” atau “lu mustinya gini aja..” seperti yang saya bilang sebelumnya. Sooo much of do’s and don’t. Argh! Dazed and confused we all. Memang selalu begitu. Temen saya malah dengan naif bilang “anjing, ga perlu perasaan ini sebenernya teh, da’ mengganggu kerjaan gw. Gw jadinya ga fokus..” FYI, he’s a succesfull man in his own thing, and before that he’s been in a love relationship for 5 years. And now its over, dia harus memulainya dari awal lagi. Dan sekarang dia bener-bener clueless dengan this new girl. Well I know what it feels like.

Dizzy, woozy makes me feels silly. Itu yg terasa waktu kita berjalan di labyrinth of love PDKT.

“ANJING GW TEH HARUS NGAPAIN?”

“GW HARUS BAGAIMANA?”

“KENAPA DIA SELALU ADA DI KEPALA GW?”

Waktu perasaan itu datang menyerang, the best thing we can do is to do something about it. Dan biarkan itu terjadi secara natural dan tanpa pamrih. Don’t even botherd about the do’s and don’t. SCREW IT. Let your heart talkin and do all the act. Betul? Karena ketika melalui semua itu saya akhirnya sampai pada suatu kesimpulan. I am what I am. And I should do what I think I should do. Dan biarkan itu terjadi secara natural dan tanpa pamrih.

Adalah bagian terbaik jika kita dapat menjadi diri sendiri ketika kita berjalan dalam Labyrinth of love PDKT. Dan biasanya kita jadi lebih mengenal diri kita sendiri. Bottom line is. Do everything sincierly, let it happens naturaly and be your self. If it’s not working? Screw it!. You tried your best, nothing wrong with you if its not working. Because itu adalah Love. Bahkan peramal Mama Loren pun gw sangsikan bisa mempermudah tugas cupid dengan secara gamblang dan mudah menyatukan 2 hati. True?

Jadi jika kita in love dan berjalan dalam Labyritnh of Love PDKT. The best thing we can do is BIARKAN ITU TERJADI SECARA NATURAL DAN TANPA PAMRIH. When yey pengen nelpon, telpon aja. When yey pengen ngomong “suka”, bilang aja, kalo yey tiba-tiba pengen bikin kejutan buat dia, bikin aja. Lakukan apa aja yang yey rasa perlu tapi biarkan itu terjadi secara natural dan tanpa pamrih. Why? Karena itu hati yang memerintahkan dan walaupun tidak rasional. Tidak ada pernah kata kesalahan fatal dalam Love Action, karena kita adalah manusia, dan kita belajar a lot dari kesalahan. Kita boleh nanya opini teman-teman dan dan mereka bebas untuk bilang “Jangan gini..” atau “Mustinya lu gini..” karena sekali lagi kita yang berjalan di Labyrinth of Love PDKT itu. not them, jadi nasihat/opini kawan kita itu kita yang BERHAK memilah untuk dilakukan atau tidak. Karena kita yang DAMN KNOW and INVOLVED in the exact situation.

Jadi bagaimana if its not working padahal kita udah do our best with our Love Action? Ya udah. Heart broken, wanna cry?, feeling sad and low? Keluarin aja. Mungkin she’s not the one for us. Karena apa yg udah kita lakuin adalah what I am dan kita udah berusaha jujur dengan apa yang kita rasakan dan membiarakan rasa itu terjadi secara natural dan tanpa pamrih. Kalo itu ga match dengan her? Definetly something wrong with her, dan she wasn’t meant for us. Dan kita lebih layak untuk dapetin someone lainnya yang lebih menghargai ketulusan dan perasaan kita dan bisa mengembalikannya juga dengan natural dan tanpa pamrih.

OUCH! Man, that’s deep. HAHAHA…

Bottom line:

Jika sudah menyangkut Love Action, biarkan itu terjadi secara natural dan tanpa pamrih. Dan percaya atau ngga, menurut gw selama kita berprinsip seperti itu kita ga akan terjadi kesalahan yang fatal. Tidak. Karena apabila kita udah tulus dan tanpa pamrih tentang perasaan kita untuk mereka dan its not working, well it’s their (girls) problem if they didn’t buy for it.

03 Mei 05

(Yang sedang bingung is this love? Or is it Just Confusion?)

ANT